Hidayat Seorang yang suka dengan dunia burung

9 Cara Mengatasi Ekor Murai Batu Nyerit : Perawatan & Pengobatan

Cara Mengatasi Ekor Murai Batu Nyerit
Advertisements

Cara Mengatasi Ekor Murai Batu Nyerit – Selain disukai karena suara merdu kicauannya, keindahan ekor Murai Batu juga menjadi salah satu alasan mengapa banyak orang memelihara jenis burung tersebut. Dimana ekor Murai Batu sendiri sebenarnya tergolong cukup panjang, bahkan bisa mencapai hampir 30 cm.

Maka dari itu, tidak heran jika sangkar atau kandang burung Murai Batu didesain besar serta panjang supaya bulu ekornya tidak mudah rusak. Namun sayangnya, meskipun sudah memberikan sangkar besar, seringkali tingkah laku Murai Batu yang aktif membuat bulu ekornya rusak serta patah, seperti nyerit.

Advertisements

Jika salah satu jenis burung peliharaan tersebut mengalami masalah pada ekornya, maka kemungkinan besar tampilannya menjadi kurang menarik dan harga jualnya pun menurun. Biasanya permasalahan ekor Murai Batu nyerit ini bisa disebabkan oleh sejumlah hal, entah itu dari faktor internal maupun eksternal.

Meskipun demikian, jangan khawatir karena sebenarnya saat ini masih ada beberapa solusi atau cara untuk mengatasi permasalahan tersebut. Nah, untuk membantunya pada kesempatan kali ini kami akan membahas secara lengkap bagaimana cara mengatasi ekor Murai Batu nyerit mulai dari pola perawatan harian hingga pemberian pakannya.

Penyebab Ekor Murai Batu Nyerit

Penyebab Ekor Murai Batu Nyerit

Seperti dijelaskan sebelumnya, Murai Batu yang memiliki ekor panjang tidak hanya akan membuat tampilannya menarik dan indah saja, namun juga bisa meningkatkan harga burung Murai. Namun, terkadang berbagai macam masalah ekor muncul sehingga kerap membuat para pemilik Murai Batu stress bagaimana cara untuk mengatasinya.

Mungkin ekor nyerit menjadi masalah paling umum dialami oleh para penggemar Murai Batu. Dimana masalah tersebut bisa saja terjadi karena sejumlah faktor. Oleh sebab itu, sebelum pembahasan utama mengenai cara mengatasi ekor Murai Batu nyerit berlanjut, sebaiknya pahami beberapa penyebabnya terlebih dahulu berikut ini.

Advertisements
  • Ekor Murai Batu terlalu panjang sehingga tersangkut jeruji sangkar ataupun pintu kandang.
  • Murai Batu terlalu fighter sehingga gerakannya membuat ekor terbentur ke dinding sangkar.
  • Kandang Murai Batu terlalu kecil sehingga gerakannya terbatas dan akhirnya ekornya nyerit.
  • Ekor Murai Batu nyerit karena ditempatkan di kandang koloni dengan Murai Batu lainnya.
  • Ekor Murai Batu nyerit karena masa mabung tidak sempurna.
  • Adanya gangguan hewan lain sehingga membuat Murai Batu kelabakan dan merusak ekornya.
  • Bulu ekor Murai Batu di serang kutu atau tungau sehingga menyebabkan ekor nyerit atau ngelidi.

Cara Mengatasi Ekor Murai Batu Nyerit

Cara Mengatasi Ekor Burung Murai Batu Nyerit
Advertisements

Setelah mengetahui sejumlah penyebab ekor Murai Batu nyerit, selanjutnya kalian juga harus mengerti bagaimana tata cara mengatasinya. Seperti sudah disinggung di atas, sebenarnya cara mengatasi ekor Murai Batu nyerit bisa dilakukan baik itu dari segi pola perawatan harian ataupun pemberian pakannya.

Selain itu, beberapa orang juga pernah menyembuhkan ekor Murai Batu nyerit dengan cara memanfaatkan obat-obat tradisional dari bahan alami. Agar lebih jelasnya, di bawah ini akan kami jelaskan secara lengkap bagaimana cara mengatasi ekor Murai Batu nyerit untuk semua jenis.

1. Bersihkan Sangkar Murai Batu

Cara mengatasi ekor Murai Batu nyerit pertama yaitu dengan membersihkan sangkar atau kandangnya. Sebagaimana diketahui bahwa salah satu penyebab ekor Murai Batu nyerit yaitu karena adanya kutu atau tungau. Oleh sebab itu, pastikan sangkar Murai Batu dalam keadaan bersih setiap harinya agar terbebas dari kuman maupun bakteri.

2. Mengatasi Ekor Nyerit Menggunakan Kunyit

Mungkin sebagian besar dari kalian sudah mengetahui bahwa kunyit bermanfaat bagi Lovebird dalam mengatasi kebotakan bulu tubuh. Ternyata, kunyit juga mampu menyembuhkan Murai Batu ketika mengalami masalah pada ekornya, termasuk ekor nyerit. Oleh sebab itu, cobalah parut kunyit sampai halus kemudian oleskan pada bagian ekor Murai Batu.

3. Mengatasi Ekor Nyerit Menggunakan Daun Sirih

Selain menggunakan kunyit, bahan alami lainnya yang dapat digunakan untuk mengatasi ekor Murai Baru nyerit yaitu daun sirih. Hal ini dikarenakan di dalam daun sirih terdapat kandungan atau khasiat yang ampuh dalam membantu mengobati ekor nyerit. Cara pemberiannya sendiri yaitu dijadikan sebagai air minum burung Murai Batu. Jadi, rebus 4 sampai 5 daun sirih, kemudian diamkan hingga dingin lalu berikan sebagai air minum Murai Batu.

4. Pindahkan Murai Batu ke Sangkar Lebih Besar

Cara mengatasi ekor Murai Batu nyerit selanjutnya yaitu dengan memindahkannya ke sangkar ataupun kandang lebih besar. Hal ini bertujuan supaya membuat Murai Batu merasa lebih nyaman dan leluasa sehingga mengurangi terjadinya gesekan yang membuat bulu ekornya rontok. Cara ini juga berlaku untuk semua jenis burung Murai.

5. Lakukan Pemandian Murai Batu

Tidak hanya membersihkan sangkar Murai Batu saja, namun kebersihan tubuh burung juga pastinya harus selalu terjaga. Maka dari itu, silahkan mandikan Murai Batu secara rutin entah itu pada pagi hari, sore hari ataupun malam hari. Setelah selesai dimandikan, ada baiknya jemur atau angin-anginkan Murai Batu. Lakukanlah cara ini selama kurang lebih 5 hari secara berturut-turut.

6. Atur Daftar Menu Pakan Harian Khusus Murai Batu

Selain dari segi pola perawatan harian, cara mengatasi ekor Murai Batu nyerit juga dapat dilakukan melalui pemberian pakannya. Kalian bisa memberikan asupan daftar menu pakan harian khusus Murai Batu secara teratur. Jadi, silahkan buat daftar menu pakan harian khusus Murai Batu ekor nyerit untuk jangka waktu kurang lebih sekitar 1 bulan.

7. Berikan Murai Batu Obat

Memberikan Murai Batu obat penumbuh bulu juga bisa menjadi salah satu solusi untuk mengatasi ekor nyerit. Hal tersebut bukan tanpa alasan, pasalnya obat menjadi alternatif utama dalam permasalahan atau kasus ekor Murai Batu nyerit. Untungnya, saat ini obat penumbuh bulu burung sudah bisa didapatkan dengan harga terjangkau di kios-kios pakan hewan. Untuk porsi pemberian obat sendiri sebaiknya dilakukan 2 sampai 3 kali dalam kurun waktu satu minggu.

8. Cukupi Kebutuhan Nutrisi Murai Batu

Cara mengatasi berikutnya yaitu cukupi dan penuhi kebutuhan nutrisi Murai Batu. Sebab di atas juga sudah dijelaskan bahwa salah satu penyebab ekor Murai Batu nyerit yaitu karena kurangnya nutrisi di dalam tubuh. Jadi, tidak ada salahnya kalian memanjakan Murai Batu dengan membelikan vitamin khusus burung sebagai pakan tambahan dalam masa pemulihannya.

9. Hindarkan Murai Batu dari Stress

Cara mengatasi ekor Murai Batu nyerit terakhir yaitu dengan menghindarkan dari berbagai macam hal yang mampu membuatnya stress. Kalian bisa meletakkan sangkar Murai Batu di tempat sepi dan jauh dari keramaian atau kebisingan. Selain itu, jauhkan juga Murai Batu dari predator selama masa pemulihan ekor nyerit.

Kesimpulan

Dari penjelasan di atas dapat diambil kesimpulan bahwa ekor nyerit pada Murai Batu sebenarnya bisa disebabkan oleh sejumlah faktor. Meskipun demikian, jangan khawatir karena saat ini sudah tersedia cukup banyak solusi atau cara untuk mengatasinya, asalkan kalian mau bersabar dan telaten dalam merawatnya.

Demikian sekiranya pembahasan dari Birdsny.com seputar cara mengatasi ekor Murai Batu nyerit untuk semua jenis mulai dari pola perawatan harian hingga pemberian pakannya. Semoga informasi di atas dapat dijadikan sebagai referensi ketika ingin mengobati ekor nyerit atau ngelidi pada burung Murai Batu.

Advertisements
Hidayat Seorang yang suka dengan dunia burung

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.